Jelajah Bogor-Depokقَالَ الَّذِينَ يَظُنُّونَ أَنَّهُمْ مُلاقُو اللَّهِ كَمْ مِنْ فِئَةٍ قَلِيلَةٍ غَلَبَتْ فِئَةً كَثِيرَةً بِإِذْنِ اللَّهِ وَاللَّهُ مَعَ الصَّابِرِينَ
Orang-orang yang meyakini bahwa mereka akan menemui Allah berkata: "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah. Dan Allah beserta orang-orang yang sabar."
Kegiatan jelajah Bogor-depok bertujuan menapaktilasi perjalanan Rasulullah dan para sahabat yang tidak luput dari melakukan perjalanan jauh Makkah - Madinah dalam rangkan menggapai kejayaan Islam. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu malam Ahad tanggal 13 Juni 2009, diikuti oleh 30 orang, lebih sedikit dari perkiraan sebelumnya sekitar 150 orang. Maklum, hampir keseluruhan kader kehilangan semangat kesungguhannya kini sedang introspeksi diri merenungi arti sebuah perjuangan.
Pantas momen ini tak tepat untuk mengadakan sebuah acara yang membutuhkan semangat dan kekuatan fisik yang prima, ditambah suasana hujan rintik-rintik, sehingga membuat orang enggan untuk keluar rumah.Lain halnya dengan ke-30 orang yang mengikuti kegiatan jelajah, seolah mereka tidak mengenal lelah, terus bersemangat meneriakan panji-panji keagungan, ditengah semakin mengendurnya para aktivis da'wah.
Perjalanan panjang Bogor - Depok diperkirakan berjarak 60km dengan jarak tempuh sekitar 7 jam perjalanan dengan berjalan kaki. meskipun pesertanya relatif sedikit, para peserta tetap bersemangat meneriakkan yel-yel menyongsong masa depan. "betapa banyak orang-orang yang mengira jumlah mereka itu banyak, sedangkan yang banyak itu belum tentu memberikan arti bagi kalian, jumlah yang banyak belum tentu bermanfaat. sebaliknya berapa banyak jumlah yang sedikit akan da
pat mengalahkan yang banyak dengan izin Allah"Apapun alasanya keberatan seorang kader untuk mengikuti kegiatan yang bernuansa shahadah memnag sangat memberatkan, apalagi di era serba kebingungan ini. ditambah lagi dengan kondisi kaderisasi yang seolah jalan ditempat. dari tahun ke tahun peserta kegiatan seperti mukhayam pesertanya itu-itu juga, sementara kader baru bisa dihitung dengan jari. Apakah ini pertanda kemunduran atau mungkin Allah sedang menguji kita dengan
menyaring tingkat kwalitas menyamai para sahabat. Sedikit tapi konsisten akan lebih baik daripada banyak tapi terpecah belah.
siapa ikut....
BalasHapus